Menurut Ratih, teman saya yang bekerja di sebuah apotik di Semarang, obat keputihan pada wanita merupakan salah satu jenis obat yang banyak dicari di apotik tersebut. Saya pun tertarik bertanya seperti apa bentuk obat keputihan pada wanita tersebut.
Ratih pun mengambil contoh obat keputihan pada wanita tersebut. Obat itu teryata adalah preparat vaginal pembasmi jamur dalam bentuk antiseptic (Povidone Iodine). Ya, jamur meruapakan salah penyebab keputihan yang umum.
Ratih kemudian menjelaskan bahwa obat keputihan tersebut bisa saja justru menimbulkan efek samping jika tidak digunakan dengan benar dan berlebihan. Ia pun bercerita, ia pernah diberitahu mengenai obat keputihan alami yang tanpa efek samping oleh neneknya. Wah, saya jadi semakin tertarik.
Obat keputihan tradisional dapat dibuat sendiri secara sederhana untuk mengatasi penyakit keputihan. Daun beluntas adalah salah satu bahan yang dapat dimanfaatkan untuk diracik sebagai obat keputihan. Selain itu, obat keputihan bisa juga diracik dari bahan-bahan bumbu dapur seperti temu kunci, kunyit, dan temulawak. Ratih menjelaskan apa yang ia ketahui dari neneknya kepada saya dengan baik. Saya jadi semakin mengerti tentang obat keputihan pada wanita. Saya ingat, sepupu saya pernah mengeluhkan keputihannya yang mengganggu. Informasi tentang obat keputihan ini pasti akan bermanfaat untuknya.
“Selain beberapa obat keputihan dia tas, beberapa bahan lain seperti daun sirih, sambiloto, rumput mutiara, dan kulit delima juga dapat dijadikan obat keputihan yang berkhasiat. Daun sirih dapat menjadi obat keputihan karena khasiatnya sebagai bahan herbal yang dapat melawan radang, infeksi, dan menghilangkan gatal-gatal,” jelas Ratih lagi. Sedangkan sambiloto dapat meredakan efek panas yang disebabkan keputihan yang meradang,” tutup Ratih. Wah, saya sangat berterima kasih dengan penjelasan teman saya tersebut.

